Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

The Thing (1982)

Sutradara : John Carpenter
Bintang    : Kurt Russel, Wilford Brimley, Keith David
Genre      : Misteri, horor, sci-fi
Studio     : Universal Pictures
Bahasa    : English & Norsk








Review

Yup..!!! Film yang disutradarai oleh John Carpenter dengan Kurt Russel sebagai bintang utamanya ini, sering tanpa diduga-duga nongol di TV ketika tengah malam atau dini hari di RCTI. Film ini memiliki banyak adegan disturbing dengan efek yang sangat keren untuk zamannya. Walaupun sering ditayangkan di televisi, namun tidak ada bosen-bosennya buat nonton nih film, mungkin sejak saya duduk di bangku SD hingga sekarang pun kadang masih ditayangkan.

The Thing menceritakan tentang ekspedisi sekelompok peneliti Amerika Serikat yang berada jauh di Antartica saat musim dingin 1982. Suatu hari mereka menyaksikan sebuah helikopter berbendera Norwegia berputar-putar, mengejar dan menembaki seekor anjing di dekat kamp penelitian mereka. Heli tersebut kemudian meledak dan terbakar dan penumpangnya terembak dalam sebuah kecelakaan, walaupun ada salah satu orang dari helikopter yang masih hidup dan terus menembaki anjing tadi, namun para peneliti yang tidak mengerti bahasa orang Norwegia tersebut salah paham dan langsung saja menembaknya. Anjing tesebut kemudian ditampung oleh para peneliti tersebut. Namun ternyata anjing tersebut bukan anjing biasa, anjing tersebut merupakan organisme asing yang dapat berubah menjadi mahluk hidup apapun (termasuk manusia). Disini ketegangan itu dimulai, timbul krisis kepercayaan diantara mereka karena mereka tidak tahu siapa yang sudah terinfeksi oleh organisme tersebut. The Thing adalah salah satu karya terbaik dari John Carpenter, salah satu bapak horor klasik terbaik. Akting natural dari para pemainya juga menambah nilai plus dari film ini. Jadi bagi penggemar film berjenis Horror/Mysteri/Sci-Fi, Don't miss this movie.


Rating : 7,7


                                                     Link download :
                     Via Rapidshare                                     Single Link Via Fileserve
                            Part 1                                                       download
                            Part 2
                            Part 3
                            Part 4
                            Part 5
                            Part 6
                            Part 7
                            Part 8

The Uninvited (2009)

Sutradara : The Guard Brothers
Skenario  : Craig Rosenberg, Duog Miro
Bintang    : Emily Browning, Arielle Kebbel, Elizabeth Banks
Genre      : Horor, Misteri, Drama
Studio     : Vertigo Entertainment, Goldcrest Pictures
Bahasa    : English (USA)






Review

Hantu yang paling menyeramkan katanya tidak ada di kuburan. Tidak duduk ongkang-ongkang di atas pohon. Atau ngagetin di kamar mandi. Dedemit yang menyeramkan itu adanya di dalam diri kita.Diam-diam mengikuti kita, mengarahkan perilaku, dan seringkali menakut-nakuti kita sendiri, si empunya demit tadi. The Guard Brother (Carles dan Thomas Guard)–sutradara film ini, lewat naskah yang diramu Craig Rossenberg dan DOug Milo mencoba mengetengahkan tema ini. Hasilnya,lumayan membuat deg-degan.

Anna Rydell (Emily Browning) baru saja keluar dari rumah sakit jiwa. Ayahnya Steven (David B.) membawa ia ke rumah lama mereka. Rumah besar, terpencil di gugusan pantai dengan ombak dan karang yang indah. Rumah lama dengan satu orang penghuni baru, Rachell Summer (Elizabeth Banks). Anna yang ABG sebal sekali melihat pacar baru ayahnya itu. Betapa tidak, Rachell adalah suster yang merawat mendiang ibunya kala sakit. Anna mencium sesuatu yang misterius antara kematian ibunya, naiknya status rachel, dan penampakan-penampakan yang hadir dalam tidurnya.

Kecurigaannya bertambah, saat Alex, kakaknya merasakan hal yang sama. Begitupula pacarnya mengaku melihat kejadian terbakarnya rumah apung tempat ibu ANna berada. Anna bersama Alex lantas sibuk mencari kebenarannya sendiri. Setiap saat hadir detil Rachel yang mencurigakan. Tapi, ayahnya tidak pernah percaya. Lalu, mulailah jatuh korban, Matt pacar Anna ditemukan tewas di laut dengan punggung patah. Sebelumnya, saat Anna hendak tidur, penampakan Matt muncul.

Anna juga selalu dibayang-bayangi oleh jurig tiga orang anak kecil. Dua laki-laki dan satu perempuan yang selalu bilang, she’s a next target Rachel. Sungguh Anna yang semok dan bibirnya sensual itu ketakutan. Tapi, lewat pencarian sederhana, tabir tentang siapa Rachel terkuak. Rachel adalah seorang mantan suster yang pernah membunuh tiga orang anak yang diasuhnya. Rachel bersulih nama. Gotcha! Anna punya bukti bahwa Rachel betul pembunuh buronan plus pembunuh ibunya. Tapi apa betul Rachel yang mirip Jenna Jamesson itu pembunuh?

Ending film melahirkan sebuah twist yang sangat rapih. Logika yang dibangunnya mirip sekali dengan film korea Alone dan The Hair. Dari awal kita dituntun pada logika menebak-nebak siapa yang salah, siapa yang jahat. Cerdiknya si penulis skenario bisa menuntun penonton yang blah-bloh sampai akhir cerita. Hampir lupa, tentu saja big thanks buat Ji Woon Kim, produser–yang sudah melahirkan Disturbia dan The Grudge, yang menggarap film ini.Korean Taste is awfull.

Meski ada goofs disana-sini (katanya yang paling fatal adalah soal kesalahan umur 3 anak kecil itu), tapi pada ending-nya, film ini sangat menghibur. Dan si demit memang lebih menyeramkan daripada Kalong Wewe mabuk janda.


Rating : 6,8


                                                        Link Download :
                         Via Megaupload                                      Via Torrent 
                                 Part 1                                              download
                                 Part 2
                                 Part 3
                                 Part 4
                                 Part 5
                                 Part 6
                                 Part 7
                                 Part 8
                        Password : film4share

Selasa, 02 Agustus 2011

Duel (1971)

Sutradara : Steven Spielberg
Skenario  : Richard Matheson
Bintang    : Denis Weaver, Eddie Firestone, Gene Dynarsky
Genre      : Misteri, Thriller
Studio     : Universal Studios
Bahasa    : English (UK)
Review :

Dirilis oleh Universal Studios pada tahun 1971, konon film ini nggak meledak dan hanya masuk film kategori B (film pinggiran di Amrik sono), namun mendapat banyak pujian dari para kritikus film, shootingnya pun hanya memakan waktu 2 minggu dan termasuk film low budget. Namun jangan salah, film inilah yang turut andil mencetuskan tren suspense-thriller di dekade 70an. Film ini di sutradarai Steven Spielberg. Beberapa tahun kemudian, film ke-2 Spielberg yang berjudul "Jaws" menjadi Box Office disusul rentetan Box Office lainnya dan nama Spielberg pun melambung. Sementara itu, film "Duel" ini tetap dikategorikan sebagai film kategori B. Namun buat gue, justru Duel inilah film yang hebat.

Plotnya sederhana, kisahnya tentang seorang Salesman bernama Mann yang sedang melakukan perjalanan melewati jalan pinggiran California yang sepi. Tiba-tiba, ada sebuah truck kontainer yang mengikuti mobilnya. 
Perjalanan diselingi oleh Pit Stop yang mana termasuk film dengan dialog yang minim dan menjadi lebih meningkat suspensenya. Tanpa alasan yang jelas, sepanjang perjalanan sang Salesman harus menghadapi teror maut dari truck monster tersebut yang memaksanya untuk melakukan kejar-kejaran.
Film berakhir seperti judulnya "Duel", pertarungan hidup-mati antara sedan merah kecil yang ringkih melawan digdayanya truck raksasa bermesin diesel. Dari beberapa film bertema seperti ini yang pernah saya tonton, misalnya Joy Ride, Highwayman, atau Roadrage, namun hati saya memilih film "Duel" inilah yang terbaik. 

Ya, film ini bagus banget. Dengan alur cerita yang simple, setting jalanan dan menampilkan 2 karakter itu-itu saja (sang Sales yang mengendarai sedan dan truck gila yang dikemudikan psikopat ) sudah menghabiskan durasi satu setengah jam. Yang unik lagi, sepanjang film wajah psikopat pengendara truck tidak ditampilkan, yang dapat kita saksikan hanya lambaian tangan si psikopat dibalik kemudi trucknya. Hingga film selesai, wajahnya pun tetap tidak diperlihatkan, bahkan mayatnya pun tidak kelihatan. Lalu, apakah psikopat tadi bener-bener tewas...? Ngga jelas juga. Di penghujung film hanya digambarkan truck monster ini akhirnya terjungkal ke dalam sebuah jurang. Dan sang salesman setelah tertawa merayakan kemenangan, terduduk sunyi di pinggir jurang merenungi apa yang baru saja menimpanya sambil melemparkan kerikil ditemani cahaya senja yang membuat tubuhnya menjadi setengah siluet. Good Movie Mr. Spielberg...!

Apa kata Spielberg tentang hal ini..?
"Ketakutan kita akan sesuatu yang tidak kita ketahui/mengerti, bisa jadi adalah ketakutan terbesar, maka saya sengaja tidak menampilkan wajah si Penjahat & juga motif perbuatannya, untuk memelihara ketidaktahuan penonton... efek dari ini juga membuat truk itu menjadi penjahat yang sebenarnya... lebih dari sang pengemudi... Ini poin saya. Saya memang ingin membuat film tentang monster raksasa (truk) versus manusia biasa...". 
Dialog yang terjadi dalam film ini sangat jarang (wajar saja, karena karakternya pun dapat dihitung jari). Kalian penggemar film yang anti dengan dialog, patut menonton film "Duel" ini. Dari awal sampai akhir film, full action, alhasil banyak ditemukan monolog. Spielberg dengan cerdasnya memainkan kamera untuk menghidupkan monolog ini sehingga kita pun tergiring untuk mengikuti apa yang sedang dipikirkan tokoh itu (adegan di sebuah rest area ketika Mann bingung, yang manakah pengemudi truk monster itu, sementara di dalam ada 5 orang yang sama-sama mencurigakan).
Walaupun ini film perdana Spielberg, minim budget, sedikit pemain dan nyaris tanpa efek, ternyata film ini sudah menyuguhkan sinematografi yang layak diacungi jempol dan akan membuatmu terpaku hingga film usai.


Rating : 7,8

Link download
   
Via File Serve                      Via Uploaded                 Via Torrent
                          Part 1                                   Part 1
                          Part 2                                   Part 2
                          Part 3                                   Part 3
                          Part 4                                   Part 4

(***)

Rabu, 20 Juli 2011

Jagad X Code (2009)

Sutradara : Herwin Novianto
Penulis     : Armantono
Pemain    : Ringgo Agus Rahman, Mario Irwinsyah, Oppie
                 Bahtiar, Tio Pakusadewo, Tika Putri, Ray Sahetapy,
                 Uli Artha
Genre     : Komedi
Studio     : Maleo Pictures
Bahasa    : Indonesia, Jawa
Negara    : Indonesia




Kisah :

Jagad (Ringgo), Bayu (Mario), dan Gareng (Oppie) adalah tiga anak muda pengangguran yang tinggal di kampung Kali Code, Yogyakarta. Masing-masing dari ketiga sahabat ini mempunyai impian yang ingin mereka wujudkan meski mereka tak tahu bagaimana caranya.


Jagad ingin membelikan mesin cuci buat ibunya. Bayu ingin mempunyai sendiri lapak jualan buku dan majalah, sementara Gareng ingin membuat salon kecil buat adiknya. Celakanya ada satu masalah besar buat mereka mewujudkan impian ini. Mereka bertiga tidak mempunyai pekerjaan yang tetap dan tak punya cukup uang untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka.


Sebuah pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang preman bernama Semsar (Tio Pakusadewo), tiba-tiba saja mengubah semuanya. Semsar menawarkan imbalan uang sebesar Rp 30 juta jika mereka berhasil mendapatkan benda yang sedang dicari Semsar. Benda itu adalah sebuah flash disk.

Meski tak tahu apa sebenarnya flash disk itu, ketiga sahabat ini menyanggupi akan mendapatkan flash disk yang dicari Semsar. Langkah pertama jelas adalah mencari tahu benda apa sebenarnya flash disk itu. Celakanya, para tetangga yang mereka tanyai ternyata juga sama tidak tahunya dengan mereka bertiga. Kesenjangan teknologi seolah mengasingkan masyarakat di Kali Code ini dari lingkungan di luarnya.

Namun ketika akhirnya flash disk yang dimaksud itu ditemukan, barulah mereka mengerti kenapa benda sekecil itu dicari oleh banyak pihak dan bernilai sangat mahal. Benda itu berisi rahasia banyak pihak, termasuk ayah Regina (Tika Putri), sahabat mereka bertiga. Kini, persahabatan mereka diuji. Melupakan benda kecil tersebut atas nama kejujuran & persahabatan atau mendapatkan uang tiga puluh juta yang dijanjikan Semsar.

Sebagai film bergenre komedi, Jagad X Code berhasil memberikan hiburan bagi penonton, dengan banyolan tingkah polah ketiga sahabat tersebut. Pengambilan lokasi syuting di Yogyakarta juga sudah sangat tepat, sehingga penonton juga dapat mengetahui budaya Jogja dan juga suasana kota yang dijuluki sebagai "Kota Gudeg" tersebut, apalagi ditambah dengan adanya si cantik Regina (yang diperankan oleh Tika Putri), menambah suasana menjadi gimana gitu...! Saya memberikan acungan jempol bagi sutradara film ini, pokoknya asyik banget deh buat tontonan anda di rumah, sambil makan camilan tentunya.


Rating : 7,2

Link Download :
Via Rapidshare                               
      Part 1                                                            
      Part 2
      Part 3


(***)

Jumat, 15 Juli 2011

Seed (2007)

Sutradara  : Uwe Bowl
Naskah     : Uwe Bowl
Bintang     : Michael Pare, Ralf Moller, Will Sanderson
Genre       : Horor, Thriller
Studio      :
Negara     : Canada
Bahasa     : English











Alur Cerita :

Max Seed (Will Sanderson), adalah seorang yang bertanggungjawab atas kematian 666 orang dalam jangka waktu 6 tahun. Polisi menerima video yang menggambarkan kematian secara perlahan dan proses dekomposisi (pembusukan) dari makhluk hidup, mulai dari seekor kecoa, anjing labrador, seorang bayi, dan seorang wanita dewasa di dalam suatu ruangan. Mereka menelusuri temuan video tersebut dari rumah seed. Detektif Matt Bishop (Michael Pare) pun menangkap Seed, yang di kemudian hari divonis mati dengan kursi listrik.

Hari itu, tibalah detik-detik eksekusi mati bagi Seed, dan ia pun segera di bawa ke ruang eksekusi kursi listrik. Hukum negara mengatakan bahwa terpidana mati yang dapat bertahan pada tegangan listrik 15.000 volt tiga kali 45 detik, maka boleh dibebaskan secara legal. Setelah setruman kedua tidak berhasil untuk membunuh Seed, maka Warden Arnold Cargrove (Raff Moller) dan dokter Parker Wickson (Andrew Jackson) memutuskan untuk mengumumkan bahwa Seed telah mati, daripada mengambil resiko dia lolos. Seed kemudian dikubur hidup-hidup begitu saja & dilupakan. Namun, Seed bangkit dari kuburnya dan memulai pembalasan brutal terhadap siapa saja yang telah bersalah padanya

Kemudian, Max Seed kembali pulang ke rumah lamanya dan mulai mencari orang-orang terkait eksekusi Seed. Sebagai permainan, Seed membunuh dan merekamnya, termasuk Warden Calgrove yang dibunuh secara brutal dengan hantaman palu, begitu pula dengan Dr. Wickson. Seed dengan cepat menculik detektif Bishop dan menyimpannya untuk pembalasannya dengan cara yang paling kejam. 

Setelah mengunci Bishop di ruangan basement dengan hanya sebuah monitor TV dan senjatanya. Seed mengatakan kepada Bishop bahwa dia harus melakukan bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri dan akan disaksikan Seed lewat monitor. Ketika itu Bishop menolak perintah Seed, Seed menculik istri & anak perempuannya dan mengancam akan membunuh keduanya kecuali Bishop mau menuruti perintah Seed untuk bunuh diri. Bishop masih menolaknya, Seed tanpa ragu mengeksekusi istri Bishop. Saat Seed akan menghabisi Putri Bishop yang berumur 10 tahun (Jodelle Ferland), dengan sekuat tenaga Bishop mau menuruti kemauan Seed dan menembak kepalanya sendiri, seketika itu Bishop tewas. Melihat Bishop memenuhi ucapannya untuk bunuh diri, Seed membawa putri Bishop di basement meninggalkannya disana bersama jasad ayahnya dan sebuah gergaji. Agaknya untuk film kanibalisme, memenuhi kebutuhannya untuk memfilmkan aspek dirinya tentang hidup dan mati. 


Rating : 7,0


Download link


***

Selasa, 12 Juli 2011

The Collector (2009)

Sutradara   :  Marcus Dunstan
Naskah      : Patrick Melton, Marcus Dunstan
Bintang      : Josh Stewart, Andrea Roth & Juan Fernandez
Genre        : Horor, Thriller
Studio        : Freestyle Releasing 
Bahasa       : English







Cerita :

Arkin (Josh Stewart) hanyalah sorang tukang reparasi rumah yang bekerja di rumah keluarga Chase, tak ada yang aneh dengan pria bermata layu ini, kecuali dia sepertinya terus memperhatikan setiap sudut rumah majikannya tersebut. Belakangan diketahui, pria mantan narapidanan ini punya beban berat untuk menyelamatkan keluarganya dari hutang, mantan istrinya berhutang banyak & harus dilunasi sebelum tengah malam. Apa yang harus dilakukan Arkin? Ternyata Arkin bukanlah seorang tukang reparasi rumah sembarangan, melainkan seorang pencuri profesional. Sambil menyelam minum air, Arkin pun menargetkan rumah keluarga Chase sebagai target operasi selanjutnya. Setelah melakukan perjanjian dengan "teman lama", Arkin bersiap mencuri di rumah yang dipercaya menyimpan perhiasan bernilai tinggi tersebut. Berbekal keahliannya, Arkin dengan mudah masuk, ditambah dia sudah lama mengawasi rumah yang sedang ditinggal pemiliknya ke luar kota ini. Tanpa berlama-lama, dia langsung menuju lemari penyimpanan yang tersembunyi dibalik sebuah kaca besar. Dilengkapi dengan beberapa alat, Arkin mencoba membuka lemari tersebut, tapi tiba-tiba suara-suara aneh mengganggu konsentrasinya. 

Arkin ternyata tidak sendirian di rumah itu, seseorang baru saja masuk melalui pintu belakang & mulai naik ke atas dimana Arkin berada. Arkin pun bergegas pergi secara diam-diam sebelum ketahuan. Tapi sialnya, pintu belakang sekarang dikunci berlapis-lapis, padahal sebelumnya ia masuk melalui pintu tersebut. Arkin berusaha mencari jalan keluar lainnya, tapi karena mengingat keselamatan keluarganya, dia kembali ke lemari penyimpanan untuk melanjutkan pekerjaanya. Sekali lagi, suara menghentikan pekerjaannya, kali ini seseorang berteriak & terdengar melalui ventilasi udara. Bersamaan dengan teriakan tersebut, sang pemilik rumah muncul berlumuran darah & babak belur. Arkin akhirnya sadar bahwa keluarga Chase tidak keluar kota tapi disekap di ruang bawah tanah oleh pria bertopeng. Sekarang Arkin harus memilih antara menyelamatkan keluarganya sendiri dengan mengambil perhiasan & pergi dari rumah tersebut atau bersikap heroik menyelamatkan keluarga Chase, terutama anak yang paling kecil yang mengingatkannya pada anaknya sendiri. Potongan intro "Dead Bodies Everywhere" dari band "Korn" menandakan bahwa mimpi buruk telah dimuali.

Jika The Collector mengingatkan anda dengan kisah Jigsaw yang lebih dahulu populer lewat film Saw, itu ada hubungannya dengan 2 orang "syaraf" yang ada di belakang layar. Duo penulis dari seri Saw IV, V dan VI Patrick Melton & Marcus Dunstan kembali dengan lembut "mencincang" otak kita, lewat film yang merupakan debut penyutradaraan Marcus Dunstan ini. Film yang aslinya berjudul "Midnight Man" ini awalnya disiapkan untuk prequel Saw, namun batal karena ketidaktertarikan produser. Jadi apa yang ditawarkan Marcus di film ini, ketika premis cerita terkesan klise & kemungkinan besar akan dibanding-bandingkan dengan film Saw yang telah ada terlebih dahulu. Dengan pemikiran pesimis, mungkin penonton akan lebih dulu berpikir, apa menariknya 2 orang yang terjebak di satu rumah, satu pencuri, & lawannya adalah pria psycho bertopeng. Tapi ternyata Marcus bisa membalikkan keadaan dengan menyuguhkan film yang benar-benar penuh dengan kejutan. Markus dengan apik berhasil mengubah rumah yang kelihatan biasa saja menjadi "medan perang" yang ampuh mamacu adrenalin hingga level maksimum.

Marcus sepertinya ingin mengajak kita bermain di rumah ini, bersamaan dengan Arkin dan si "Collector " yang asyik bermain kucing-kucingan. Kita pastinya akan dibuat terkejut ketika mengetahhui tiap sudut rumah yang sudah dipenuhi dengan jebakan-jebakan mengerikan. Marcus tak hanya fokus menghadirkan adegan sadis lewat jebakan-jebakan yang telah disiapkan, tapi juga tidak lupa mengemasnya dengan plot yang menarik, mengajak kita untuk terus berada di rumah tersebut & setiap saat bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Arkin & keluarga Chase. Marcus benar-benar berhasil menjauhkan filmnya dari kata bosan, sebaliknya film ini terus meningkatkan setingkat-setingkat hingga akhir film. Selama 90 menit, racikan Marcus yang lengkap dalam menyajikan film bertema slasher yang "smart", telah berhasil menghadirkan hiburannya sendiri. Secara keseluruhan, film ini merupakan menu slasher yang spesial, unik dalam penyajian & tereksekusi dengan matang.


Rating : 8,0


Link download

Senin, 11 Juli 2011

Pengabdi Setan (1982)

 
Sutradara : Sisworo Gautama Putra
Penulis     : Subagio S (cerita), Sisworo Gautama
                 Putra, Naryono, Prayitno, Imam Tantowi
                 (skenario) 
Pemeran  : Ruth Pelupessy, W.D. Mochtar, Fachrul
                 Rozy, Simon Cader, Diana Suarkom, I.M.
                 Damsyik
Genre      : Horor, Thriller
Bahasa    : Indonesia



Kisah :

Sebuah keluarga kaya yang jauh dari agama baru saja mendapat musibah ketika sang ibu wafat. Sang ibu meninggalkan seorang ayah bernama Hendarto (W.D. Mochtar) yang hanya peduli kehidupan bisnisnya. Seorang putri bernama Rita yang kecanduan dugem & seorang putra bernama Tomy yang hidupnya jadi labil ketika ditinggal ibunya. Yah, keluarga ini sangat jauh dari agama & tak pernah sekalipun bersembahyang. Cuma, sang pembantu bernama Pak Karto yang taat agama & sering menasehati keluarga ini. Suatu malam, Tomy diganggu arwah sang ibu yang mengetuk-ngetuk jendela kamarnya & memanggil-manggil namanya. Tak hanya Tomi, Rita pun melihat arwah sang ibu ketika pulang dari dugem dengan sang kekasih, Herman.

Keadaan semakin diperparah semenjak Hendarto mempekerjakan Darminah sebagai pembantu & mengurusi keluarganya. Teror di rumah itu semakin menjadi-jadi & kematian pun menyambangi keluarga ini. Dimulai dengan tewasnya sang pembantu, Pak Karto yang ditemukan oleh Tomy dalam keadaan gantung diri. Menyusul kemudian dengan kematian kekasih Herman yang tewas tertabrak mobil ketika akan mencari dukun untuk menyelesaikan teror ini. Akhirnya sang Bapak pun memanggil dukun, padahal sebelumnya ia sangat tidak percaya dengan hantu-hantuan seperti ini. Tapi ternyata kekuatan sang iblis pembantu Darminah ternyata lebih kuat & membuat sang dukun akhirnya tewas. Melihat ini, Darminah pun murka & mulai membangkitkan mayat Pak Karto, Herman & sang Ibu untuk menhancurkan keluarga yang lemah iman ini.

Film Pengabdi Setan, walaupun sudah jadul namun ternyata sampai sekarang masih menyeramkan, kalau dibandingkan dengan film-film horor esek-esek masa kini, hanya sedikit yang mampu menyaingi film-film horor jadul (dilihat dari segi alur/plot cerita, orisinalitas cerita & pengambilan gambar yang cukup realistis). Pengambilan gambar realistis dalam kasus ini, sebagai contoh, dalam prosesi pengurusan jenazah (sebelum dimakamkan), jenazah dibungkus kafan & dibaringkan diatas tikar, sementara para pelayat membaca doa. Nah, tikar yang digunakan dalam film tersebut ternyata sama persis dengan tikar yang digunakan dalam prosesi pengurusan jenazah pada kehidupan nyata di masyarakat disaat itu. 

Momen yang paling memorable dalam film ini adalah adegan pada saat ibu Tomy mengetuk-ngetuk jendela & melambai-lambaikan tangannya. Dulu waktu saya masih duduk si sekolah SD nonton film ini di Layar Tancap, sangat terkenang sekali dengan adegan ini, sampai-sampai kadang jadi takut kalau tidur sendirian. Ending film-film jadul pada zaman itu umumnya adalah datangnya sang ustad beserta para warga lengkap dengan obornya, sepertinya ini sudah menjadi patron wajib film horor pada masa itu.

Namun, dari semua kekurangan-kekurangan yang ada dalam film tersebut, aura horor yang dibuat oleh film Pengabdi Setan ini masih terasa kental saat saya menonton ulang film ini. padahal film ini sudah ada 30 tahun lebih. Kengerian-kengerian di film jadul inilah yang saya rindukan dari film-film horor zaman sekarang, bukannya atmosfer yang dapat membangkitkan nafsu birahi semata. Saya berharap, para produser film horor esek-esek cepat-cepat bertobat. ha..ha..3x..!


Rating : 6,7


Link Download :

***

Sabtu, 09 Juli 2011

Martyrs (2008)

Sutradara  : Pascal Laugier
Penulis      : Pascal Laugier
Bintang     : Morjana Alaoui, Mylene Jampanoi & Catherine 
                   Begin
Bahasa      : France
Genre        : Thriller, Horror, Drama
Kisah :

Kisah diawali dengan seorang gadis kecil bernama Lucie yang lolos dari bekas tempat penjagalan yang sudah tak terpakai. Ia telah dikurung & mengalami penyiksaan fisik dalam kurun waktu tertentu. Tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual, pelaku & apa motifnya masih menjadi misteri. Kemudian Lucie dititpkan disebuah panti asuhan, dimana ia berteman dengan seorang gadis cilik bernama Anna. Anna segera mengetahui bahwa Lucie merasa sering diteror oleh sesosok makhluk menjijikkan, mengerikan, seorang wanita kurus yang dipenuhi luka.

15 tahun berlalu, Lucie menembakkan shotgun kepada seseorang di rumah sebuah keluarga yang kelihatannya normal-normal saja. Lucie menelpon Anna untuk menceritakan padanya bahwa dia akhirnya menemukan & membunuh orang yang bertanggung jawab atas kekerasan yang dialami semasa kecilnya & meminta Anna membantu menguburkan jasad keluarga itu. Pada saat datang, Anna merasa ngeri pada pembantaian tersebut, dan khawatir bahwa Lucie mungkin telah membunuh orang yang salah. Anna kemudian menemukan seorang wanita paruh baya yang masih hidup & mencoba untuk membantunya kabur. Anna berusaha untuk menyembunyikan Ibu tersebut, namun untuk yang kedua kali ini Lucie memergokinya & menghantam kepala Ibu tersebut hingga tewas.

Lucie lagi-lagi merasa diserang oleh sosok  makhluk yang menakutkan tersebut, namun yang Anna lihat adalah Lucie membentur-benturkan kepalanya sendiri ke tembok dan menyayat diri sendiri dengan pisau (makhluk tersebut sebenarnya tidak lebih dari manifestasi psikis atas kesalahan Lucie yang meninggalkan gadis lainnya yang juga ditahan & disiksa dengannya sewaktu Lucie kecil). Lucie memohon kepada sosok imajinasi, mengatakan bahwa Lucie telah membunuh kedua orang yang telah melukai meraka dan berharap makhluk tersebut berhenti menghantuinya. Lucie akhirnya menyadari bahwa makhluk tersebut takkan pernah berhenti menghantuinya & menyayat leher Lucie sendiri dengan pisau. Lucie meninggal dalam dekapan Anna.

Hari berikutnya, setelah berduka atas kematian Lucie, Anna berusaha membersihkan rumah & menemukan sebuah ruangan bawah tanah rahasia. Didalamnya terdapat seorang wanita mengerikan yang telah mengalami penyiksaan, dipenuhi dengan luka & terpasangi alat yang aneh yang tertancap di kepalanya. Ketika Anna berusaha merawat & membersihkan luka wanita tersebut, serombongan orang yang tak dikenal datang, dan menembak mati wanita tersebut. Anna ditangkap oleh ornag-orang tersebut, kemudian ia dipertemukan dengan pemimpin mereka, seorang wanita tua bernama Mademoiselle. Dia menjelaskan bahwa dia menjadi anggota perkumpulan guna menemukan rahasia setelah kehidupan, melalui seorang "Martyr". Tindakan penyiksaan secara sitemik yang dilakukan terhadap seorang perempuan muda yang diyakini, bahwa penderitaan mereka akan menghasilkan penglihatan diluar penglihatan orang biasa pada dunia lain. Sejauh ini, usaha mereka menemukan seorang "martyr" belum berhasil, dan  mereka hanya menciptakan "victim".

Anna menjadi subyek percobaan terakhir mereka dan disekap dalam sebuah kursi. Setelah batas waktu yang tak ditentukan, selama itu pula ia disiksa, dipukul, & dihancurkan mentalnya, anna berhalusinasi dimana ia dapat berkomunikasi dengan Lucie, yang mengatakan padanya "untuk pergi bersamanya & tidak lagi takut apapun. Setelahnya, Anna terbilang bahwa ia memiliki perkembangan yang jauh lebih baik daripada subyek percobaan lainnya. Dan telah mencapai tahapan akhir & dia tidak akan menderita lagi. Anna dibawa ke ruang operasi & dikuliti hidup-hidup. Dia dapat bertahan melewati semua tahapan, memasuki kondisi yang digambarkan sebagai makhluk "euphoric" (mencapai kondisi tenang jiwa & raga) dan spertinya telah mencapai fase "transcendece" (melampaui batas). Mademoiselle datang, bersemangat untuk berbicara kepada Anna mengenai pengalaman Anna selama memasuki fase tersebut. Anna membisikkan sesuatu padanya.

Anggota perkumpulan memulai pertemuan di rumah itu, untuk mempelajari penglihatan Anna yang telah diceritakan pada Mademoiselle. Sementara Madamoiselle mempersiapkan dirinya, seorang anggota yang ragu bertanya padanya apakah Anna mengatakan sudah jelas & seksama. Madamoiselle menjawab bahwa disana tidak ada ruang untuk penafsiran & bertanya padanya apakah ia bisa menggambarkan apa yang ada setelah kematian. Ketika dia bilang "tidak", Madamoiselle mengatakan padanaya "tetaplah ragu". Segera Madamoiselle menaruh pistol di mulutnya & menembak dirinya sendiri. Di akhir cerita, ada penjelasan mengenai definisi "Martyrs" berasal dari bahas Yunani, yang berarti "kesaksian".


Rating : 9,0


Download via Wupload                       atau                            Download via Torrent
     Martyrs (2008)                                                                     Martyrs (2008)


***

Entri Populer